ImageKegiatan Penanaman Pohon dan Pembersihan Sungai Ciliwung pada segmen dari Jembatan Akses UI Kelapa Dua Depok s.d Jembatan TB Simatupang, Tanjung Barat sepanjang 12,67 KM merupakan salah satu bentuk kerjasama antara TNI dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mewujudkan kota Jakarta yang aman, nyaman hijau, bersih, dan sehat untuk semua. Dalam kegiatan ini dilakukan pembagian 16 jenis pohon sebanyak 20.000 batang secara cuma-cuma kepada masyrakat dan penanaman sebanyak 40.000 bibit lainnya di bantaran sungai Ciliwung. Selain itu, dilakukan pula pembersihan sampah yang berada di badan maupun bantaran Sungai Ciliwung serta penertiban limbah industri di sepanjang Ciliwung . Juga dilakukan penanganan dan perbaikan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Sampah di Kompleks perumahan markas Kopassus Cijantung menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPS). Rangkaian kegiatan dimaksud telah dimulai pada tanggal 3 Januari hingga puncak acaranya pada tanggal 15 Januari 2012 dengan melibatkan prajurit Kopassus dan satuan-satuan TNI AD lainnya, karang taruna, jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Komunitas Pecinta Ciliwung (KPC) dan masyarakat yang tergabung dalam Jakarta Glue.

Kegiatan seperti ini ke depan akan makin ditingkatkan agar dapat secara bertahap mengubah wajah Sungai Ciliwung yang saat ini sudah sangat memprihatinkan menjadi satu kawasan warisan budaya perkotaan (urban herritage) bernuansa lingkungan. Pada saat ini, kondisi sempadan sungai Ciliwung belum seluruhnya bebas dari tumpukan sampah dan belum bebas dari bangunan seperti yang seharusnya menurut Peraturan Pemerintah No. 38 tahun 2011 tentang sungai. Akibatnya saat ini banyak terjadi penyempitan pada badan sungai dan pencemaran pada air sungai Ciliwung yang mengancam kelestarian sungai dan keselamatan dan kesehatan masyarakat. Ke depan, dengan upaya bersama antara masyrakat, dunia usaha, komunitas pecinta Ciliwung, serta Pemerintah baik tingkat Pusat dan Daerah bersama TNI, diharapkan masyarakat akan dapat menyaksikan Sungai Ciliwung yang lebih indah dan dapat memanfaatkannya untuk kegiatan ekowisata.

Pada dasarnya membuang sampah ke sungai / bantaran sungai adalah suatu tindakan yang melanggar hukum berdasarkan UU No. 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, dan Perda No. 5 Tahun 1988 tentang Kebersihan Lingkungan Dalam Wilayah DKI Jakarta, serta Perda No. 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Pasal 21 PErda No. 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum tersebut memuat Larangan membuang/menumpuk sampah di bantaran sungai, dan sesuai Pasal 61 pelanggaran atas larangan tersebut dapat dikenakan sanksi Pidana 10 s.d 60 hari kurungan, atau denda Rp.100.000,- s.d Rp.20.000.000,-. Namun demikian untuk dapat mewujudkan Sungai Ciliwung yang indah, bebas sampah dan limbah pencemar dibutuhkan bukan hanya sekedar peraturan, namun juga peran serta para pemangku kepentingan dan ketetapan hati untuk bersama-sama berupaya mewujudkannya. Dalam kaitan itu, kegiatan yang tengah dilaksanakan dan Kopassus bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kali ini akan dijadikan model komitmen bersama yang akan makin luas melibatkan par apemangku kepentingan lainnya melalui aksi terpadu yang berkelanjutan. Sebagai langkah awal pelibatan lebih luas para pemangku kepentingan, di tahun 2012 ini sudah akan dilaksanakan lomba kebersihan di wilayah-wilayah di sepanjang Sungai Ciliwung sebanyak 2 kali setahun: pada Bulan Juni bertepatan dengan Ulang Tahun Kota Jakarta dan Bulan Desember bertepatan dengan penyelenggaraan Pesta Rakyat menyambut Tahun Baru.