Just another WordPress.com site

Konservasi Lingkungan di Sungai Ciliwung

ImageKegiatan Penanaman Pohon dan Pembersihan Sungai Ciliwung pada segmen dari Jembatan Akses UI Kelapa Dua Depok s.d Jembatan TB Simatupang, Tanjung Barat sepanjang 12,67 KM merupakan salah satu bentuk kerjasama antara TNI dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mewujudkan kota Jakarta yang aman, nyaman hijau, bersih, dan sehat untuk semua. Dalam kegiatan ini dilakukan pembagian 16 jenis pohon sebanyak 20.000 batang secara cuma-cuma kepada masyrakat dan penanaman sebanyak 40.000 bibit lainnya di bantaran sungai Ciliwung. Selain itu, dilakukan pula pembersihan sampah yang berada di badan maupun bantaran Sungai Ciliwung serta penertiban limbah industri di sepanjang Ciliwung . Juga dilakukan penanganan dan perbaikan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Sampah di Kompleks perumahan markas Kopassus Cijantung menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPS). Rangkaian kegiatan dimaksud telah dimulai pada tanggal 3 Januari hingga puncak acaranya pada tanggal 15 Januari 2012 dengan melibatkan prajurit Kopassus dan satuan-satuan TNI AD lainnya, karang taruna, jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Komunitas Pecinta Ciliwung (KPC) dan masyarakat yang tergabung dalam Jakarta Glue.

Kegiatan seperti ini ke depan akan makin ditingkatkan agar dapat secara bertahap mengubah wajah Sungai Ciliwung yang saat ini sudah sangat memprihatinkan menjadi satu kawasan warisan budaya perkotaan (urban herritage) bernuansa lingkungan. Pada saat ini, kondisi sempadan sungai Ciliwung belum seluruhnya bebas dari tumpukan sampah dan belum bebas dari bangunan seperti yang seharusnya menurut Peraturan Pemerintah No. 38 tahun 2011 tentang sungai. Akibatnya saat ini banyak terjadi penyempitan pada badan sungai dan pencemaran pada air sungai Ciliwung yang mengancam kelestarian sungai dan keselamatan dan kesehatan masyarakat. Ke depan, dengan upaya bersama antara masyrakat, dunia usaha, komunitas pecinta Ciliwung, serta Pemerintah baik tingkat Pusat dan Daerah bersama TNI, diharapkan masyarakat akan dapat menyaksikan Sungai Ciliwung yang lebih indah dan dapat memanfaatkannya untuk kegiatan ekowisata.

Pada dasarnya membuang sampah ke sungai / bantaran sungai adalah suatu tindakan yang melanggar hukum berdasarkan UU No. 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, dan Perda No. 5 Tahun 1988 tentang Kebersihan Lingkungan Dalam Wilayah DKI Jakarta, serta Perda No. 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Pasal 21 PErda No. 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum tersebut memuat Larangan membuang/menumpuk sampah di bantaran sungai, dan sesuai Pasal 61 pelanggaran atas larangan tersebut dapat dikenakan sanksi Pidana 10 s.d 60 hari kurungan, atau denda Rp.100.000,- s.d Rp.20.000.000,-. Namun demikian untuk dapat mewujudkan Sungai Ciliwung yang indah, bebas sampah dan limbah pencemar dibutuhkan bukan hanya sekedar peraturan, namun juga peran serta para pemangku kepentingan dan ketetapan hati untuk bersama-sama berupaya mewujudkannya. Dalam kaitan itu, kegiatan yang tengah dilaksanakan dan Kopassus bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kali ini akan dijadikan model komitmen bersama yang akan makin luas melibatkan par apemangku kepentingan lainnya melalui aksi terpadu yang berkelanjutan. Sebagai langkah awal pelibatan lebih luas para pemangku kepentingan, di tahun 2012 ini sudah akan dilaksanakan lomba kebersihan di wilayah-wilayah di sepanjang Sungai Ciliwung sebanyak 2 kali setahun: pada Bulan Juni bertepatan dengan Ulang Tahun Kota Jakarta dan Bulan Desember bertepatan dengan penyelenggaraan Pesta Rakyat menyambut Tahun Baru.

Organisasi Kepemudaan Peduli Lingkungan Hidup di Indonesia

TUNAS HIJAU (TH) ialah organisasi lingkungan hidup non-profit, kids & young people do actions for a better earth yang bermarkas di Surabaya. TH berawal dari pengiriman 5 orang pemuda dari Jawa Timur ke Australia, Maret 1999. Sejak itu, TH terus konsisten dalam melakukan upaya sederhana, nyata dan berkelanjutan untuk membantu lingkungan hidup menjadi lebih baik.

Terbukti, dengan kekonsistenan tersebut melalui masyarakat, TH menerima Surabaya Academy Award 2004 dalam bidang lingkungan hidup. Pada Surabaya Academy Award 2004 ini Tunas Hijau menjadi organisasi lingkungan hidup pertama yang mendapatkannya. Tunas Hijau juga mendapatkan Delta FM Surabaya Award 2005 untuk kategori lingkungan hidup dari jaringan Radio Delta FM Jawa Timur.

Pangeran & Puteri LH 2002 Pramudhityo Dewantoro dan Gracia Paramitha bersama anak-anak Australia saat konferensi lingkungan anak-anak di Australia

TUNAS HIJAU juga menerima penghargaan lingkungan hidup lainnya di tingkat lokal dan internasional. Di tingkat lokal, pada Mei 2003 TUNAS HIJAU mendapatkan penghargaan dari Wali Kota Surabaya atas kepeloporannya dalam upaya-upaya pelestarian lingkungan hidup di Kota Surabaya. Pada Oktober 2002, Tunas Hijau mendapatkan Miranda Environmental Award dari Millennium Kids Australia, yang diserahkan di Perth, Australia Barat. Begitu seterusnya, beberapa penghargaan dari lokal, nasional dan internasional diterima Tunas Hijau setiap tahunnya.

Eksistensi awal Tunas Hijau pada tahun 1999 dimulai dengan kegiatan lingkungan hidup yang berbasis komunitas. Saat itu diselenggarakan Bersih-Bersih Kenjeran tepatnya 23 September 1999 sebagai bagian dari Clean Up the World Internasional. Program lingkungan hidup serupa juga dilaksanakan secara serentak di 37 kota/kabupaten di seluruh Jawa Timur. Di Surabaya, Bersih-Bersih Pantai Kenjeran diikuti oleh 6.830 orang.

TUNAS HIJAU adalah organisasi lingkungan hidup yang dinamis, yang terus bergerak, berinovasi dan berkembang melalui program-program nyata untuk menciptakan bumi yang lebih baik. Setiap hari, sedikitnya dua program lingkungan hidup dilaksanakan di komunitas atau sekolah.

Friendship Quilt anak-anak Tunas Hijau Indonesia dan MIllennium Kids Australia

Sejak 2000, TUNAS HIJAU memiliki program lingkungan hidup bersama dengan Millennium Kids Australia, Cross Cultural Environmental Education Exchange Australia Indonesia. Pada program ini, setiap tahun anak-anak dan generasi muda penggiat Tunas Hijau melakukan kunjungan ke Australia Barat, demikian juga sebaliknya dengan Millennium Kids Australia, dengan pendanaan swadaya masing-masing. Program ini bukanlah sekedar kunjungan, tetapi memiliki muatan khusus untuk mencari inovasi baru dalam membuat program lingkungan dan ditindaklanjuti dengan program-program bersama antara kedua negara.

Anak-anak TH mendapat kepercayaan untuk mengikuti International Children’s Conference on the Environment 2004 di Amerika Serikat. Delegasi anak-anak TH adalah satu-satunya delegasi anak-anak dari Indonesia, serta delegasi anak-anak pertama sejak dilaksanakannya ICCE empat kali sebelumnya. Mengingat, persyaratan utama untuk mengikuti conference ini ialah memiliki project lingkungan hidup.

Realisasi hutan kota pertama

Tunas Hijau memiliki ruang terbuka hijau “pelopor” di Surabaya, yaitu 11 (sebelas) hutan kota. Dirintis sejak 2002 oleh paguyuban Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2002 denganproject director Pangeran Lingkungan Hidup 2002 Pramudhityo Dewantoro. Dengan segala sumber daya pendukung yang serba terbatas, Tunas Hijau terus berupaya seoptimal mungkin untuk menjaga eksistensinya, khususnya pada tahun pertama paska penanaman.

Pangeran & Puteri Lingkungan Hidup 2003 saat diterima Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara Jakarta

Sejak 2002, Tunas Hijau menggelar agenda tahunan yaitu Penganugerahan Pangeran & Puteri Lingkungan Hidup untuk anak-anak. Namun, pada program ini anak-anak diminta untuk memiliki proyek lingkungan hidup yang tidak sehari selesai. Sejak tahun 2005, program penganugerahan Pangeran & Puteri Lingkungan Hidup bahkan sudah diadopsi di beberapa provinsi lainnya di Indonesia.

Tunas Hijau memiliki program pendampingan masyarakat perkampungan agar memiliki kebiasaan ramah lingkungan hidup. Program yang dilaksanakan di perkampungan diantaranya dengan pemanfaatan lahan sekitar rumah untuk pepohonan/tanaman pot dan mengolah sampah yang dihasilkan secara mandiri.

Program konservasi hutan dan sumber air juga terus digelorakan Tunas Hijau dengan mengadopsi kawasan hutan di Claket, Pacet sejak tahun 2006. Program pendampingan lingkungan hidup juga dilakukan Tunas Hijau di beberapa komunitas lainya dan sekolah-sekolah di beberapa provinsi Jawa Timur. Melalui program ini, Tunas Hijau mengajak sebanyak mungkin orang untuk berperilaku peduli lingkungan hidup dengan mengoptimalkan potensi yang ada di sekitar.

Khusus program di sekolah, pembinaan lingkungan hidup yang dilakukan Tunas Hijau difokuskan juga pada kebijakan sekolah dan didukung dengan pengembangan kurikulum pendidikan yang berwawasan lingkungan hidup pula. Sekolah juga diajak aktif menciptakan lingkungan belajar mengajar yang berwawasan lingkungan hidup, diantaranya dengan pembatasan jenis sampah yang dihasilkan dan mengolah sampah yang dihasilkan. Sekolah juga diajak memiliki program lingkungan bersama masyarakat sekitar.

Peserta CCCC 2007 menyampaikan deklarasi peduli perubahan iklim

Pada Nopember 2007, Tunas Hijau mengadakan International Children Conference on Climate Change (CCCC) 2007 yang diikuti oleh anak-anak dari 8 negara, yaitu Rusia, Haiti, Kamerun, Srilanka, Australia, Korea, Malaysia dan Indonesia. Dari Indonesia, peserta CCCC berasal dari beberapa provinsi. CCCC diselenggarakan di Surabaya.

Pada Juli 2008, Tunas Hijau menyelenggarakan Asia Pasific Inter Faith Youth Camp on Climate Change di Surabaya. Kegiatan pemuda antar umat beragama yang diselenggarakan bersama Departemen Luar Negeri Republik Indonesia dan Pemerintah Kota Surabaya itu diikuti oleh 100 pemuda dari 11 negara Asia Pasifik. Negara-negara tersebut adalah Fiji, New Zealand, Australia, Timor Leste, Indonesia, Malaysia, Philipina, Thailand, Singapura, Vietnam dan Brunei Darussalam.

Peserta APIFYC dari 11 negara Asia Pasifik berfoto bersama

Pada tahun 2009, Tunas Hijau menyelenggarakan program magang lingkungan hidup internasional bagi para pemuda dari luar negeri. 30 pemuda yang berpartisipasi pada magang di Tunas Hijau ini berasal dari Kanada, Australia, Belanda, Malaysia, China, Hongkong, India, Brasil, Jepang dan Inggris. Masing-masing pemuda tersebut mengikuti magang lingkungan hidup di Tunas Hijau selama 2009-2010.

Tunas Hijau memiliki media promosi internet melalui situs http://www.tunashijau.org yang diupdate setiap hari dengan kegiatan-kegiatan lingkungan hidup yang dilakukan setiap hari pula oleh Tunas Hijau. Semua desain dan tampilan di situs ini dibuat oleh anak-anak dan generasi muda yang aktif di Tunas Hijau. Demikian pula penulis dan jurnalis pada situs Tunas Hijau ini adalah anak-anak dan remaja yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan khusus tentang eco journalism. Selanjutnya, situs http://www.tunashijau.org ini akan diarahkan menjadi portal pendidikan lingkungan hidup di Indonesia.

Pegiat senior Tunas Hijau Mochamad Zamroni (berdiri paling kiri) bersama 17 top alumni program Amerika Serikat saat diterima Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Rodham Clinton, Februari 2011

Bersama Andy F. Noya, pembawa acara Kick Andy di Metro TV sesaat setelah pengambilan gambar

Pada Nopember 2007, TH mendapat penghargaan berupa penayangan profil TH pada Profil of the Week Liputan 6 SCTV. Juga pada Januari 2008, penghargaan didapat TH dengan menjadi tamu tayangan Kick Andy Metro TV dengan tema Go Green. Pada Februari 2011, Tunas Hijau mendapat penghargaan dari masyarakat Amerika Serikat dan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, yaitu Gold Star Award yang diserahkan di Washington, DC dan disaksikan para pengurus citizen diplomacy dari seluruh negara bagian Amerika Serikat.

Program-program lingkungan hidup yang diprakarsai Tunas Hijau lebih diprioritaskan pada program yang berkelanjutan untuk menciptakan lingkungan hidup yang lebih baik dengan tindakan-tindakan nyata dan pro aktif. Metode yang digunakan dalam kampanye lingkungan hidup pun semakin lama semakin berkembang seiring trend masyarakat.

Tunas Hijau telah mengembangkan beberapa media permainan yang sudah banyak dikenal masyarakat Indonesia menjadi media pendidikan lingkungan hidup. Diantara media permainan tersebut adalah kartu kwartet, monopoli, kartu remi dan ular tangga. Khusus untuk ular tangga, Tunas Hijau bahkan telah menerbitkan beberapa tema ular tangga, yaitu lapisan ozon, hutan, papua, sampah, pemanasan global, air dan lingkungan hidup.

Tunas Hijau telah menerbitkan beberapa buku komik tema lingkungan hidup. Buku komik yang telah diterbitkan adalah: Ayo Tanam Pohon, 2005 dan 2008; Monster Sampah Plastik, 2006; Air, 2007; Duta Ozon, 2007; Papuaku Mutiaraku, 2006; Lindungi Lapisan Ozon, 2007; Climate Change Threat, 2007; Perubahan Iklim Mengancam, 2007, Perth Royal Show 2008; dan Kota Berselimut Asap, 2008.

Asdep Urusan Penguatan Inisiatif Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup saat penyerahan award pada Closing Jakarta Eco School 2011

Tunas Hijau juga menyelenggarakan beberapa program lingkungan hidup berkelanjutan selama beberapa bulan di DKI Jakarta, yang pembinaannya dilaksanakan setiap hari. Diantara program itu adalah Climate Change Goes To Schools pada 2008 dan Jakarta Eco Schools pada 2011. Pada program Jakarta Eco School 2011 yang diselenggarakan bersama Freeport Peduli, sekolah-sekolah yang didampingi berasal dari 5 kota administrasi di DKI Jakarta.

Tunas Hijau juga sering menjadi patner Pemerintah Provinsi Jawa Timur/Badan Lingkungan Hidup Jawa Timur untuk beberapa pelaksanaan program lingkungan hidup yang diikuti peserta dalam jumlah yang besar. Diantaranya adalah pelaksanaan Kemah Hijau Jawa Timur 2009, 2010 dan 2011 dengan peserta perwakilan seluruh kota dan kabupaten dari Jawa Timur.

Hingga saat ini, Tunas Hijau menangani beberapa isu lingkungan hidup di Indonesia. Diantaranya adalah isu urban atau perkotaan, pedesaan, konservasi mangrove dan daerah sungai, konservasi hutan dan sumber daya air, pendidikan lingkungan hidup, pengolahan sampah mandiri, pengembangan ekonomi masyarakat melalui lingkungan hidup, energi terbarukan dan climate change.

salah satu mural lingkungan hidup karya anak-anak Jawa Timur

Selama tiga tahun terakhir, Tunas Hijau juga berperan dalam pengembangan lingkungan hidup dengan lembaga lain. Diantara peran Tunas Hijau adalah sebagai berikut:

1. Tim pengembang dan evaluasi program Surabaya Green & Clean 2005, 2006, 2007, 2008, 2009 dan 2010;

2. Tim pembina dan evaluasi program sekolah peduli dan berbudaya lingkungan hidup Adiwiyata provinsi Jawa Timur dan nasional tahun 2007, 2008, 2009, 2010 dan 2011;

3. Konsultan pendidikan lingkungan hidup di beberapa kota/kabupaten di Jawa Timur dan luar Jawa Timur;

4. Konsultan pendidikan lingkungan hidup di Yayasan Pendidikan Jayawijaya Papua – PT. Freeport Indonesia;

5. Tim penilai program Adipura nasional pada tahun 2005, 2006, 2007 dan 2008;

6. Coordinator for Indonesia on International Art Miles Mural Project 2008-sekarang;

7. Coordinator for Indonesia on International Intercultural Mural Exchange 2009-sekarang;

8. Coordinator for Indonesia on International Network on the Environment 2010 – sekarang;

9. Penyelenggara program lingkungan hidup berkelanjutan untuk sekolah-sekolah di DKI Jakarta pada tahun 2011;

10. Tim Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia untuk persiapan Indonesia sebagai tuan rumah program PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) Tunza International Children and Youth Conference on the Environment 2011.

Awards, Professional Memberships:

  1. Miranda International Award on the Environment 2002 presented by Millennium Kids Australia and State Government of Western Australia
  2. Surabaya’s Mayor Award on the Environment 2003 presented by Surabaya’sMayor
  3. Surabaya Academy Award 2004 on the Environment category
  4. Delta FM Award 2005 on the Environment category
  5. Member of Clean Up the World International
  6. Member of Earth Day International
  7. Member of Kids and Youth International Network of United Nations EnvironmentProgram
  8. Profil of the Week “Liputan 6 Siang SCTV” 4 November 2007
  9. Guest of Kick Andy “Metro TV”, January 2008
  10. United States Alumni of the Month – Indonesia, Juni 2009 (US Embassy in Jakarta)
  11. United States Alumni of the Month – International, August 2009 (US Department of States in Washington, DC)
  12. Gold Star Award for Top 18 U.S. Alumni Around the World by National Council for International Visitors & U.S. Department of State, February 2011

Overseas Program : (year, length of stay, purpose and/or sponsorship)

1999          21 days         Australia Indonesia Youth Exchange Program on the Environment in Western Australia, Sponsored by Pollution Control Implementation – Australia Agency International Development and the Government of East Java. 5 participants;

2000          8 days           Millennium Kids Helping Kids Environment Conference and Adult International Land care Training in Western Australia, Sponsored by Millennium Kids Australia and East Java Scout. 1 participant;

2002          12 days         Millennium Kids Environmental Conference in Western Australia as part of Cross Cultural Environmental Education Exchange Australia Indonesia between Millennium Kids Australia and Tunas Hijau Indonesia, Sponsored by PT. Terminal Petikemas Surabaya and Millennium Kids Australia;

2002          7 days           4th International Children Conference on the Environment in Malacca – Malaysia by Children Environment Heritage Foundation Malaysia, Sponsored by PT. Dharma Lautan Utama and Children Environment Heritage Foundation Malaysia

2003          14 days         Millennium Kids Environmental Conference in Western Australia as part of Cross Cultural Environmental Education Exchange Australia Indonesia between Millennium Kids Australia and Tunas Hijau Indonesia, Sponsored by PT. Terminal Petikemas Surabaya, Australia Indonesia Institute and Millennium Kids Australia

2004          14 days         Tunza International Children’s Conference on the Environment in Connecticut, USA, held by United Nations Environment Program and International Coalition for Children and the Environment, Sponsored by United Nations Environment Program and Ministry of Foreign Affairs of Indonesia;

2005          14 days         Children World Summit for the Environment in Aichi, Japan – held by United Nations Environment Program, Sponsored by United Nations Environment Program, PT. Terminal Petikemas Surabaya, Ministry of the Environment of Indonesia, Department of Foreign Affairs of Indonesia and Australia Indonesia Institute. 5 participants & facilitators;

2005          14 days        Cross Cultural Environmental Education Exchange Indonesia Australia in Western Australia, Sponsored by PT. Terminal Petikemas Surabaya, Australia Indonesia Institute, Australia Embassy in Jakarta, Consulate Indonesia in Perth, Australia and Millennium Kids Australia. 8 participants & facilitators;

2006          8 days           2006 Tunza International Children Conference on the Environment in Putrajaya, Malaysia. Held by United Nations Environment Program, Sponsored by United Nations Environment Program and Government of Surabaya; 3 participants & facilitator;

2006          14 days         International Youth Exchange Program on the Environment in Osaka, Japan. Held by Prefecture of Osaka, Japan, Sponsored by Government of East Java Province, Osaka Prefecture and World Expo ’70. 1 participant;

2007          10 days         Cross Cultural Environmental Education Exchange Australia (Millennium Kids) – Indonesia (Tunas Hijau) in Perth, Western Australia. Environment workshop on global warming by Department of Education of Western Australia, Perth Zoo, and Millennium Kids Australia. 7 pertiaipants;

2007          6 days           Delegate of Surabaya government city on Kitakyushu, Japan Initiatives Network in Kitakyushu, Japan, Sponsored by the government of Surabaya city and the government of Kitakyushu city. 1 participant;

2007          15 days         Perth Royal Show 2007 as the one and only environmental organization part of Indonesia pavilion – Indonesia is the only guest nation on this the biggest annual exhibition in Western Australia, Sponsored by Royal Agriculture Society of Western Australia. PT. Terminal Petikemas Surabaya, PT. Dharma Lautan Utama Surabaya and Indonesia Consulate in Perth, Australia. 3 participants;

2008          25 days         International Visitor Leadership Program in USA on sustainable development and environmental protection. Sponsored by Department of States USA.

2009          7 days           YAWA 6th International Children Conference on the Environment 2009 in Sabah, Malaysia. Sponsored by YAWA Malaysia. 7 facilitators & delegates;

2009          3 days           Field Study in Malaysia and Singapore on the environment theme. Sponsored by Government of Surabaya;

2009          7 days           TUNZA International Children & Youth Conference in Daejeon, South Korea. Sponsored by United Nations Environment Program

2010          10 days         United Nations Climate Change Conference – COP 15 Copenhagen, Denmark as member of the Shadowing Negotiation Team. Sponsored by British Council, Ministry of Environment and Ministry of Foreign Affairs. 1 participant.

2010          7 days           International Youth Facilitator Training For International Children & Youth Conference on the Environment in Brasilia, Brazil. Sponsored by Educational Department of Brazil & United Nations Environment Program. 1 facilitator

2010          7 days           International Children & Youth Conference on the Environment in Brasilia, Brazil. Sponsored by Educational Department of Brazil & United Nations Environment Program. 1 national coordinator, 1 participant & 1 facilitator;

2010          40 days         Study at US Institute in United States. Sponsored by US Department of State. 2 participants;

2010          10 days         International Children’s Conference on Biodiversity in Nagoya, Japan & 10th meeting of the Conference of the Parties on Biodiversity, Sponsored by United Nations Environment Program. 3 participants & facilitator;

2011          16 days         International Visitors Leadership Program (IVLP) Gold Star “Alumni Connecting the World”, Sponsored by U.S. Department of State.

Pengertian Kalpataru dan Siapa Penerima Kalpataru 2012?

Kalpataru adalah pohon kehidupan yang reliefnya terpahat di Candi Mendut dan Prambanan yang mencerminkan suatu tatanan lingkungan yang serasi, selaras, dan seimbang serta merupakan tatanan yang diidamkan karena melambangkan hutan, tanah, air, udara, dan mahluk hidup.Image

Kalpataru sebagai simbol bentuk penghargaan yang diberikan pemerintah kepada seseorang atau kelompok masyarakat yang dinilai berjasa dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup. Sebagai peran masyarakat dalam perlindungan dan pengelolalaan lingkungan hidup dalam menunjang pembangunan berkelanjutan.

Bertepatan dengan Hari Linkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni 2012, Presiden akan menganugerahkan Trophy Kalpataru dan piagam penghargaan kepada individu atau kelompok masyarakat yang dinilai berprestasi dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup.

Kementerian Lingkungan Hidup dalam suratnya kepada KpSHK, menyatakan bahwa untuk penjaringan calon yang berkualitas dan representatif, diharapkan bantuan kita semua untuk menyebarluaskan formulir usulan, serta mengusulkan calon yang dianggap patut memperoleh penghargaan Kalpataru 2012.

Syarat utama calon yang diusulkan adalah secara mandiri  dan atas kesadaran sendiri, tanpa pamrih dan secara swadaya telah berbuat sesuatu yang nyata untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup, serta kegiatan yang dilakukan sekurang-kurangnya berlangsung selama lima tahun dan memberikan dampak postif terhadap lingkungan alam, sosial, ekonomi dan budaya.

Empat kategori penghargaan Kalpataru, yaitu :

  1. Perintis Lingkungan, diberikan kepada warga masyarakat, bukan pegawai negeri dan bukan pula tokoh dari organisasi formal, yang berhasil merintis pengembangan dan melestarikan fungsi lingkungan hidup secara menonjol luar biasa dan merupakan kegiatan baru sama sekali bagi daerah atau kawasan yang bersangkutan;

  2. Pengabdi Lingkungan, diberikan kepada petugas lapangan (Penyuluh LaImagepangan Penghijauan, Petugas Penyuluh Lapangan, Petugas Lapangan Kesehatan, Jagawana, Penjaga Pintu Air, dll) dan atau pegawai  negeri (termasuk PNS, TNI, Polri, PPLH, PPNS, guru) yang mengabdikan diri dalam usaha pelestarian fungsi lingkungan hidup yang jauh melampaui kewajiban dan tugas pokoknya serta berlangsung cukup lama;

  3. Penyelamat Lingkungan, diberikan kepada kelompok masyarakat, baik informal (kelompok masyarakat adat, kelompok tani, kelompok masyarakat desa, komunitas adat, rukun warga, paguyuban, karangtaruna, dll) maupun formal (lembaga swadaya masyarakat, badan usaha, lembaga penelitian, lembaga pendidikan, koperasi, asosiasi profesi, organisasi kepemudaan, dan lain-lain) yang berhasil melakukan upaya-upaya pelestarian fungsi lingkungan hidup atau pencegahan kerusakan dan pencemaran (penyelamatan) lingkungan hidup; dan

  4. Pembina Lingkungan, diberikan kepada pejabat, pengusaha, peneliti, atau tokoh masyarakat yang berhasil dan punya prakarsa untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup dan memebri pengaruh untuk membangkitkan kesadaran lingkungan serta peran masyarakat guna melestarikan fungsi lingkungan hidup, dan atau berhasil menemukan teknologi baru yang ramah lingkungan, seperti pejabat, pendidik, budayawan, seniman, wartawan, peneliti, pengusaha, manager, tokoh lembaga swadaya masyakat, tokoh agama, dan lain-lain.

     

Jenis kegiatan adalah kegiatan yang terkait dengan upaya pencegahan, penanggulangan dan pemulihan kerusakan lingkungan terutama dalam uapaya pelestarian air, keanekaragaman hayati, pertanian ramah lingkungan, kesehatan lingkungan, energi alternatif, pemberdayaan masyarakat, pemenuhan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Pencegahan adalah upaya preventif yang dilakukan sebelum terjadi kerusakan lingkungan, seperti mencegah kegiatan illegal logging, illegal fishing, perambahan hutan, penambangan tanpa izin, dan pembuangan limbah.

Penanggulangan adalah upaya kuratif untuk meyelesaikan persoalan lingkungan yang sedang terjadi, seperti menindak pelaku perusakan dan pencemar lingkungan, meyelesaikan kasus-kasus pelanggaran yang yang berdampak besar dan penting, pengendalian asap dari industri rumah tangga, mengolah limbah domestik, memanfaatkan limbah rumah tangga untuk bahan kerajinan, membuat dan menggunakan pupuk dan pembasmi hama organik menggantikan pupuk kimia dan obat-obatan.

Pemulihan lingkungan adalah upaya yang dilakukan untuk mengembalikan fungsi lingkungan yang telah rusak, seperti upaya rehabilitasi lahan kritis, memulihkan kesuburan tanah dengan menerapkan pertanian ramah lingkungan, memulihkan debit dan mutu air, menangkar menanam dan merawat pohon.

Dampak kegiatan terhadap masyarakat adalah dampak pada aspek ekonomi, sosial dan budaya masyarakat. Sinergi antara upaya pelestarian lingkungan hidup dan peningkatan kesejahteraan mendorong berkembangnya ekonomi kreatif yang ramah lingkungan.

Kegiatan tidak bias gender dan sekurang-kurangnya telah berlangsung selama 5 tahun. Dan dapat dibandingkan kondisi saat ini dengan kondisi sebelum kegiatan dilakukan.

Jadi siapa penerima Kalpataru 2012? Masyarakat adat yang hidup di dalam dan sekitar hutan, rawa-rawa gambut, di pulau-pulau dan pesisir pantai nyata berjasa dalam melestarikan fungsi lingkungan hidup layak diusulkan sebagai penerima penghargaan Kalpataru 2012.

Usulan konkrit dan berkas calon penerima disampaiakan selambat-lambatnya 10 Maret 2012, dengan alamat Kementerian Lingkungan Hidup, Jalan D.I. Panjaitan, Kav.24, Kebon Nanas, Jakarta Timur 13410, atau melalui telpon 021-8520392, faksimile 021-8580087, dan e-mail: kalpataru@menlh.go.id

sumber :kpshk.org

Lakukan Program Konservasi Situ Lio, SMA 1 Depok Menang Toyota Eco Youth Ke-7

(Jakarta-Indonesia) Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nonami Masahiro Sabtu (17/03) di Cilandak Town Square Jakarta Selatan mengumumkan, Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Depok terpilih menjadi pemenang utama program Toyota Eco Youth ke 7.

Terpilih menjadi pemenang kedua yakni SMKN 1 Pungging Mojokerto, dan pemenang ketiga SMAN 21 Makassar.

“Saya bangga pada 16 sekolah yang ikut serta dalam program Toyota Eco Youth tahun ini, dengan mengembangkan berbagai proyek perbaikan lingkungan hidup, juga pada 8 sekolah model yang meneruskan komitmen di bidang pembelajaran dan aktivitas ramah lingkungan,” ujar Nonami.”Sebagai perusahaan otomotif terbesar di Indonesia, kami terpanggil untuk ambil bagian dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Program ini merupakan salah satu upaya untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan, terutama dikalangan generasi muda.”

Kegiatan yang dilakukan SMAN 1 Depok yakni melaksanakan konservasi di Situ Lio Depok, yang difokuskan pada upaya bersama dengan masyarakat sekitar untuk menjaga Situ Lio bebas dari sampah.

Selain itu, program lain yang dilakukan yakni membuat daftar inventaris beragam flora dan fauna yang ada dalam lokasi Situ, kemudian menjadikan ekosistem Situ Lio sebagai materi muatan lokal untuk kegiatan belajar di sekolah, serta melakukan upaya melindungi ekosistem Situ Lio dengan memberi pengertian dan bimbingan kepada masyarakat mengenai pentingnya Situ Lio, dan juga cara pemeliharaannya.

Berdasarkan rilis yang dikeluarkan PT TMMIN, dijelaskan SMAN 1 Depok terpilih menjadi pemenang utama karena memenuhi kriteria utama penjurian Program Toyota Eco Youth 7, antara lain pengimplementasian Reduce, Reuse, Recycle dan Replant (3R+1R) dalam area sekolah, pengimplementasian aspek manajemen lingkungan, kurikulum sekolah mengandung muatan lokal lingkungan hidup, dan menjalankan program kesadaran lingkungan hidup bagi komunitas di sekitar sekolah.

Sebagai pemenang, SMAN 1 Depok mendapatkan hadiah berupa uang senilai Rp 125 juta untuk membeli peralatan sekolah.

Program Toyota Eco Youth ke 7 diikuti 16 SMA dari berbagai daerah di Indonesia, yakni Medan, Palembang, Pekanbaru, Bandar Lampung, Jakarta, Depok, Bandung, Semarang, Surabaya, Mojokerto, Denpasar, Pontianak, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, dan Jayapura.

Toyota Eco Youth diselenggarakan sejak tahun 2005, dan telah diikuti sekitar 355 sekolah dari 21 kota besar di Indonesia.

(warta kota, 22 maret 2012)

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.